Garut –BN
Keberadaan PKBM Al-Hidayah yang saat ini tengah pindah tempak beralamat di Kampung Sindangsari RT 03 RW 06, Desa Ciburial, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut yang di kepalai Dede Kartiwi, kembali menjadi sorotan publik, setelah dugaan viral nya ujaran kebencian terhadap awak media, yang menuding sebagai pengemis.
Lembaga pendidikan nonformal PKBM AL-HIDAYAH ini diduga jarang sekali beroperasi sebagaimana mestinya, padahal data resmi dalam dapodik mencatat jumlah warga belajar mencapai 233 orang dengan tujuh ruang kelas, namun faktanya tidak sesuai dari pantauan awak media.
berdasar kan awak media yang melakukan penelusuran langsung pada Senin (02-03/2026) menemukan kondisi yang janggal di lokasi. Tidak adanya plang sekolah yang biasa menandai lembaga pendidikan, serta tertutup nya ruangan menimbulkan pertanyaan besar terhadap keabsahan operasional PKBM AL-HIDAYAH ini.
Warga sekitar mengaku ketika di wawancara terkait pelaksanaan KBM di PKBM AL-HIDAYAH, warga menyebut tidak mengetahui adanya kegiatan pendidikan di lokasi tersebut. Bahkan warga yang tinggal berdekatan menyatakan jarang melihat aktivitas yang mencerminkan sekolah beroperasi.
“ kadang ada pak ibu-ibu bersama anak laki-laki nya suka datang kesini, tapi soal sekolah saya juga kurang tahu pak,” ujar salah seorang warga yang enggan di sebut namanya, Senin (02/03/2026).
Pantauan pada Senin (02/03/2026) pukul 11.30 WIB dan keterangan dari berbagai narasumber semakin menguatkan dugaan bahwa PKBM Al-Hidayah jarang sekali menjalankan operasional sebagaimana mestinya. Kepala sekolah, Bu Dede Kartiwi, hingga kini belum memberikan klarifikasi atas dugaan ini meskipun telah dihubungi melalui pesan WhatsApp.
Ketidaksesuaian data jumlah siswa dan sarana prasarana dengan fakta di lapangan menimbulkan kekhawatiran adanya penyalahgunaan dana, termasuk dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang mengalir ke PKBM tersebut.
Kabid PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Prov. Jawa Barat, Ian Sofyan yang coba dikonfirmasi wartawan justru memilih bungkam, menambah kecurigaan adanya kolaborasi atau tentang penutupan informasi terkait kasus dugaan data fiktip untuk meraup anggaran dana BOS.
Pihak terkait, Kepala sekolah Dede Kartiwi dan Ian Sofyan, belum memberikan klarifikasi resmi untuk mencegah polemik ini agar tidak berlarut dan kepercayaan terhadap lembaga pendidikan nonformal yang benar benar melaksanakan KBM.
Pihak pemkab Garut diharapkan turun tangan untuk melakukan investigasi mendalam demi transparansi dan akuntabilitas tentang kegiatan dan anggaran yang diserap PKBM AL-HIDAYAH Leles Garut.







