BN Garut
Setiap desa yang mendapat kan bantuan program. Bangkedeus yang melalui pihak ke 3 tim kami kelapangan belum pernah melihat hasil dari pembangunan yang layak ataw Sesuai dengan regulasi .bahkan masyarakat yang di wilayah Masing masing banyak yang mempertanyakan tentang kinerja ataw pelaksanaan pembangunan yang tidak bertahan lama dalam kekuatan pisiknya
Kami sebagai tim jurnalis sanget miris sekali dengan Adaya program tersebut ternyata dugaan di lapangan uang anggran tersebut diduga jadikan. Bancakan bahkan belum ada yang di selesai kan pembangunan padahal secara aturan program di angran tahun 2024 seharus nya seleai di THN yang sama .
Di THN 2025 masih ada juga yang meralisasikan program tersebut ini terjadi.bukn . Satu desa tapi semua yang menerima program bangkedeus tersebut keyatanya seperti itu di lapangan bukan satu kecamatan tapi sekabupaten Garut yang menerima program. Bangkeudes. acak acakan padahal sudah. Seberapa kali kami mendatangi di as dan melaporkan kegiatan di lapangan bahkan ada program pemerintah yang menyerobot tanah warga itu sudah jadi opini publik bahkan sudah di lapor kan ke dinas terkait ?
Ada apa dinas dinas terkait dengan program bangkeudes sehingga tutup mata tutup telinga dengan keadaan program bangkeudes yang semaraut padahal anggaran sangat besar sampai miliaran per satu desa .dugaan apakah ada pengondisia ataw masuk angin sehingga yg jadi Maslah walaw tidak sesuai dengan regulas.i salah satu contoh dari salah satu contoh memberikan keterangan pihak pelaksana mau bagus pelaksanaan bagaimana kalaw angran 500 juta saya pelaksana haya di beri 130 juta jawab. Ya .nah inilah yang menjadi pertanyaan kuat buat tim kami apakah pihak dinas dpmd invektorat aph tidak tau ataw memang tidak mau tau . I(da Parida)