Binpers09.com

Pertikaian antara dua bandar obat terlarang (OOT) diduga jenis sabu-sabu berujung pada perkelahian berdarah di wilayah selatan Kabupaten Garut. Dua pria bernama Yuri, warga Kampung Mancagahar, Kecamatan Pameungpeuk, dan Agus, warga Kiarakohok, Kecamatan Cikelet, dilaporkan saling serang menggunakan senjata tajam hingga keduanya mengalami luka bacok. Ironisnya, seorang anak kecil bernama Dea ikut menjadi korban dalam insiden tersebut.

Peristiwa itu terjadi di rumah Agus, di kawasan Kiarakohok, Cikelet, Garut. Berdasarkan keterangan sementara yang dihimpun dari berbagai sumber, perkelahian bermula saat Yuri mendatangi rumah Agus. Kedatangan Yuri diduga dipicu oleh konflik internal dalam jaringan peredaran obat terlarang, meski motif pastinya masih diselidiki pihak kepolisian.

“Yuri datang ke rumah Agus, kemudian terjadi adu mulut hingga berlanjut perkelahian. Keduanya sama-sama mengalami luka bacok,” ujar salah satu sumber di lapangan yang enggan disebutkan namanya, Senin (20/10/2025).

Anak Kecil Jadi Korban

Di tengah keributan itu, seorang anak kecil bernama Dea, yang kebetulan melintas di sekitar lokasi kejadian, ikut menjadi korban. Yuri diduga secara tidak sengaja membacok Dea di bagian leher belakang, menyebabkan luka serius. Korban langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan darurat.

“Korban anak kecil itu hanya lewat. Luka di leher cukup parah, tapi masih bisa diselamatkan,” ujar sumber lain di Cikelet.

Pelaku Kabur dan Masih Diburu

Usai perkelahian berdarah tersebut, baik Yuri maupun Agus langsung melarikan diri dari tempat kejadian perkara (TKP). Hingga kini, keduanya masih dalam pencarian aparat kepolisian. Pihak kepolisian setempat, diduga dari Polres Garut dan jajaran Polsek Cikelet, telah melakukan penyisiran di dua wilayah: Cikelet dan Pameungpeuk.

“Kedua pelaku masih buron. Polisi sedang melakukan pengejaran dan memetakan kemungkinan jaringan peredaran obat terlarang di wilayah selatan Garut,” kata sumber kepolisian yang dihubungi secara terpisah.

Bahaya Persaingan Antar-Bandar

Kejadian ini kembali menyoroti bahaya persaingan antar-bandar narkoba di wilayah pedesaan Garut. Persaingan yang bermula dari rebutan wilayah dan pelanggan kerap berujung kekerasan brutal, bahkan melibatkan korban tak bersalah.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polres Garut terkait perkembangan penangkapan kedua pelaku. (*)

Reporter: Ida Parida/Iwan Setiawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini