Penulis ACHMAT SODIKINN
BN JABAR Sebagai rakyat jelata yang polos akan politik, kita patut berterima kasih kepada pemerintah pusat Indonesia yang telah menunjukkan kasih sayangnya kepada seluruh anak-anak pelajar Indonesia dengan memberikan Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, di balik kebaikan ini, kita perlu mempertimbangkan potensi dampak negatif yang mungkin timbul.
Fenomena keracunan makanan yang telah terjadi di beberapa wilayah Indonesia membuat kita khawatir akan keamanan dan kualitas makanan yang diberikan. Apakah para penguasa Indonesia telah mempertimbangkan hal ini? Apakah program ini benar-benar bermanfaat bagi ketentraman warga masyarakat Indonesia?
Dari perspektif politik, kita perlu mempertimbangkan bahwa negeri kita yang subur ini telah menjadi incaran negara-negara tetangga yang ingin menguasai tanah Ibu Pertiwi. Sejarah penjajahan yang telah berlangsung selama 350 tahun membuat kita sadar bahwa kekuatan asing dapat mengancam kedaulatan negara kita.
Dalam konteks ini, kita perlu waspada terhadap upaya-upaya yang dapat mengancam kedaulatan negara kita. Apakah program MBG dapat menjadi sarana untuk menguasai Indonesia dengan cara yang halus? Apakah kita telah terlena dengan kebebasan yang kita nikmati saat ini, sehingga kita tidak menyadari bahwa penjajah telah merubah taktik mereka untuk menguasai kita dengan cara yang lebih halus?
Oleh karena itu, kita perlu mempertimbangkan kembali program MBG dan memastikan bahwa program ini benar-benar bermanfaat bagi rakyat Indonesia. Kita perlu memastikan bahwa makanan yang diberikan aman dan berkualitas, serta tidak mengandung zat-zat berbahaya yang dapat merusak kesehatan anak-anak kita.
Dengan demikian, kita dapat memastikan bahwa program MBG benar-benar menjadi sarana untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia, bukan menjadi sarana untuk menguasai kita dengan cara yang halus.







