Garut, 21 Februari 2025 – Tim awak media mengalami kesulitan dalam mendapatkan keterangan dari pihak SMK Kesehatan Bhakti Kencana Garut terkait dugaan pengondisian Program Indonesia Pintar (PIP) dan pungutan biaya study tour dengan nominal yang dianggap sangat tinggi. Saat tim media mendatangi sekolah untuk melakukan wawancara, pihak sekolah tidak memberikan tanggapan dan diduga sengaja menghindar.

Berdasarkan laporan di lokasi, awak media tidak mendapat sambutan sebagaimana mestinya dan hanya diperbolehkan menunggu di dekat gerbang sekolah tanpa dipersilakan masuk ke ruang tunggu tamu. Pihak keamanan sekolah tampak mencari keberadaan kepala sekolah dan staf terkait, namun menyatakan bahwa mereka tidak ada di tempat tanpa memberikan kejelasan lebih lanjut.

Tindakan ini menimbulkan dugaan bahwa pihak sekolah sengaja menghindari pertanyaan terkait transparansi pengelolaan dana PIP yang dugaan tidak transparan dan tidak ada kejelasan penyaluran nya dan pungutan biaya study tour dugaan atas dasar pengakuan siswa yang nominal nya sampai 4 juta untuk study tour ke Jogja. Padahal sudah jelas aturan yang di keluar kan oleh gubernur tidak di porboleh kan ada nya aturan tersebut .

Sebagai institusi pendidikan, keterbukaan informasi seharusnya menjadi bagian dari pelayanan publik yang baik.

Dalam UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, disebutkan bahwa pers memiliki hak untuk memperoleh informasi guna memenuhi hak publik atas berita yang akurat dan berimbang. Oleh karena itu, diharapkan pihak SMK Kesehatan Bhakti Kencana Garut dapat memberikan klarifikasi secara terbuka dan profesional kepada publik.

Hingga press release ini diterbitkan, pihak sekolah belum memberikan pernyataan resmi. Tim redaksi masih berupaya menghubungi pihak terkait untuk mendapatkan klarifikasi lebih lanjut.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Redaksi Binpress09
Telepon/ whatsapp : [089516776222]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini