Oknum Dosen STIE di Garut Diduga Tipu ASN Rp500 Juta, Pihak Yayasan Dinilai Tutup Mata

Binpers09.com – Dunia pendidikan di Kabupaten Garut kembali mendapat sorotan tajam. Seorang dosen di salah satu perguruan tinggi ekonomi, STIE Yasa Anggana Garut, diduga melakukan penipuan terhadap seorang ASN dengan modus kerja sama bisnis sejak tahun 2015. Kasus ini menambah daftar panjang perilaku oknum pendidik yang dinilai mencoreng nama baik dunia akademik.

Dugaan penipuan ini bermula pada April 2015, ketika dosen berinisial S menawarkan kerja sama bisnis kepada seorang ASN di Kabupaten Garut. Dosen tersebut menjanjikan proyek pembangunan perumahan dan hotel melalui dua perusahaan, yaitu PT MKA dan PT SMK, dengan iming-iming keuntungan bersama.

Karena percaya dengan latar belakang pelaku sebagai pendidik, ASN tersebut setuju menanamkan modal sebesar Rp500 juta. Kerja sama ini kemudian dituangkan dalam perjanjian resmi tertulis pada 1 Agustus 2015 sebagai bentuk komitmen kedua belah pihak.

Namun, seiring berjalannya waktu, proyek yang dijanjikan tidak pernah terealisasi. Hingga satu dekade berlalu, tidak ada kejelasan apa pun terkait investasi tersebut.

“Saya percaya karena beliau dosen, saya pikir pasti jujur. Tapi sampai sekarang tidak ada hasil dan tidak ada itikad baik,” ujar korban saat memberikan keterangan kepada media, Jumat (24/10/2025).

Merasa dirugikan, korban akhirnya melaporkan kasus ini ke aparat penegak hukum (APH). Laporan itu juga disebut sudah diketahui oleh pihak yayasan kampus, namun hingga kini belum ada tindakan nyata untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.

Sejumlah sumber internal kampus menyayangkan sikap pihak yayasan yang terkesan melakukan pembiaran.

“Kalau benar ini dibiarkan, dunia pendidikan akan rusak. Bagaimana mau membentuk karakter mahasiswa kalau dosennya sendiri mencontohkan kebobrokan moral?” ujar salah satu staf kampus yang enggan disebutkan namanya.

Kasus ini kini tengah menjadi perhatian masyarakat Garut. Selain karena nilai kerugian yang mencapai setengah miliar rupiah, publik menilai bahwa perilaku oknum pendidik semacam ini telah mencederai integritas lembaga pendidikan tinggi.

“Garut mau dibawa ke mana dunia pendidikannya, kalau seorang dosen yang seharusnya jadi teladan justru berperilaku seperti ini,” kata salah seorang pemerhati pendidikan lokal.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak STIE Yasa Anggana Garut belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan kasus tersebut. Publik kini menanti langkah tegas dari pihak kampus dan yayasan untuk menjaga marwah pendidikan serta memastikan agar lembaga akademik tetap menjadi tempat lahirnya insan berintegritas, bukan ajang penyalahgunaan kepercayaan. (Iwan/ida )

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini