Binpers09.com

Tiga orang mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Yasa Anggana Garut mengaku menjadi korban dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh seorang oknum dosen berinisial H, yang juga menjabat sebagai Kepala Staf Keuangan kampus.

Mahasiswa tersebut menyampaikan bahwa mereka diminta membayar sejumlah uang di luar ketentuan resmi kampus, yang membuat mereka merasa tertekan dan kebingungan.

“Kalau mau ikut ujian, kami diminta bayar dulu ke oknum dosen itu. Jumlahnya tidak menentu, bahkan bisa sampai puluhan juta rupiah. Katanya untuk keperluan administrasi dan kelancaran nilai,” ujar salah satu mahasiswa yang meminta identitasnya dirahasiakan saat ditemui, Minggu (13/10/2025).

Lebih lanjut, mahasiswa itu mengaku sempat mendapat ancaman secara halus agar tidak melapor kepada dosen lain atau pihak kampus.

“Pernah dibilang kalau ngomong ke dosen lain atau pimpinan, nanti nilai tidak keluar atau skripsi bisa ditahan. Kami takut, makanya diam saja,” tambahnya.

Situasi ini membuat sebagian mahasiswa memilih untuk tetap membayar meski tidak mengetahui dengan jelas dasar pungutan tersebut. Mereka hanya berharap bisa menyelesaikan kuliah tanpa hambatan.

Tiga mahasiswa tersebut mengaku sempat berkonsultasi dengan orang tua dan teman-teman kampus karena bingung harus berbuat apa.

“Kami hanya ingin kuliah dengan tenang, tanpa ada tekanan atau pungutan yang tidak jelas. Kalau resmi dari kampus, kami pasti patuh. Tapi kalau bersifat pribadi dan tidak transparan, jelas sangat memberatkan,” ujarnya lirih.

Selain dugaan pungli, mahasiswa juga menyoroti penyaluran beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) di kampus tersebut yang dianggap tidak tepat sasaran. Salah satu mahasiswa mengaku ada penerima KIP yang secara ekonomi tergolong mampu bahkan memiliki saudara yang sekolah di luar negeri.

“Ironis sekali, ada mahasiswa yang dapat KIP padahal keluarganya tergolong kaya dan bisa sekolah ke luar negeri. Sementara yang benar-benar butuh justru tidak dapat,” ujar sumber lain.

Kasus ini menambah daftar panjang keluhan mahasiswa terkait transparansi dan integritas pengelolaan keuangan di lingkungan kampus swasta.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak STIE Yasa Anggana Garut belum memberikan pernyataan resmi terkait kedua isu tersebut — baik mengenai dugaan pungli maupun penyaluran KIP yang dinilai tidak tepat sasaran.

Publik berharap pihak kampus segera melakukan klarifikasi dan langkah tegas agar kepercayaan mahasiswa dan masyarakat tetap terjaga serta tercipta lingkungan akademik yang bersih, transparan, dan berintegritas.( iwan )

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini