Tanjungsari
,BINPRES.Com – Pihak Pemerintah Desa Ragarja memberikan klarifikasi resmi menanggapi isu yang beredar luas di media sosial TikTok mengenai dugaan penyelewengan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Pihak desa menegaskan bahwa informasi tersebut tidak akurat dan tidak melalui konfirmasi resmi kepada pihak pemerintah desa.
Pihak desa menjelaskan bahwa pemberhentian sementara program peternakan bukanlah bentuk penyelewengan dana, melainkan langkah antisipatif untuk menghindari kerugian lebih lanjut bagi BUMDes.
Kondisi ini dipicu oleh kesenjangan antara harga pakan yang melonjak, mencapai Rp410.000 per karung, dengan harga jual telur yang stagnan di kisaran Rp21.000 hingga Rp22.000 per kilogram.
Kondisi ekonomi ini menyebabkan produksi telur dan pakan tidak tertutupi, sehingga berdampak pada kerugian operasional.
Pihak desa menjamin bahwa pengelolaan keuangan BUMDes berjalan transparan, dengan adanya proposal dan kewajiban desa yang telah dipenuhi melalui bukti transfer resmi kepada pihak BUMDes.
Program yang dikelola BUMDes mencakup tiga sektor utama, yaitu pertanian, peternakan, dan perikanan.
Pihak desa telah melakukan pemantauan langsung dan memastikan bahwa realisasi program tersebut telah berjalan di lapangan sesuai dengan rencana.
Pihak desa berharap masyarakat tetap bijak dalam menerima informasi dan selalu melakukan konfirmasi kepada otoritas terkait sebelum menanggapi isu-isu yang beredar di media sosial.Tim*







