BN SUMEDANG

Tanjungsari – Pembangunan revitalisasi SLB Negeri Raharja, Kecamatan Tanjungsari, Sumedang dengan nilai proyek lebih dari satu miliar rupiah diduga dikerjakan asal-asalan. Pasalnya, pemasangan besi sloof pada bangunan tersebut hanya ditempel di atas permukaan tanah tanpa digali, apalagi menggunakan pondasi cakar ayam seperti standar konstruksi pada umumnya.

Dugaan kejanggalan ini mencuat setelah tim gabungan dari Media melihat langsung proses pengerjaan di lapangan. Kondisi tersebut dikhawatirkan akan memengaruhi kekuatan dan ketahanan bangunan sekolah yang seharusnya menjadi fasilitas aman bagi siswa berkebutuhan khusus.

Saat dikonfirmasi, Gunawan selaku panitia pelaksana pembangunan mengaku tidak mengetahui detail spesifikasi teknis proyek. “Saya tidak tahu apa-apa masalah spek,” ujarnya singkat, sembari mengarahkan konfirmasi ke Pak Jajang selaku ketua panitia. Namun, hingga berita ini diturunkan, Pak Jajang tidak merespons saat dihubungi melalui telepon seluler.

Proyek revitalisasi SLB Negeri Raharja yang menelan anggaran miliaran rupiah ini seharusnya dikerjakan sesuai standar teknis dan RAB. Dugaan pengerjaan yang menyimpang dari spesifikasi memicu pertanyaan publik soal fungsi pengawasan dari dinas terkait dan pihak konsultan pengawas.

Di tempat terpisah pipik PJPM sekaligus pemerhati pendidikan akan mendesak Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat serta Aparat Penegak Hukum turun tangan mengaudit proyek tersebut. Jika terbukti ada pelanggaran, maka harus ada pertanggungjawaban agar anggaran negara tidak terbuang sia-sia dan keselamatan siswa tetap terjamin.***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini